Ternyata desain interior rumah sakit memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap pasien dan para perawat di rumah sakit. Salah satu sukses terbesar dalam desain interior pada beberapa tahun terakhir telah mengenali bahwa desain interior pada rumah sakit atau layanan kesehatan dapat memberikan dampak yang signifikan pada pengalaman pasien dan hasil akhir kesehatan mereka. Selama lebih dari dua dekade, para peneliti telah mendokumentasikan berbagai macam cara untuk peningkatan yang fokusnya ke pasien agar lingkungan interior dapat memberikan kontribusi positif kepada kesehatan psikologis para pasien.

Seiring waktu, para peneliti itu kemudian menjadi investigator, membangun penelitian yang sebelumnya, mereka telah mengeksplorasi respon dari pasien tentang berbagai macam pengaturan pelayanan kesehatan lebih dalam lagi.
Jauh pada awal tahun 1980an, Roger Ulrich dan tim penelitinya mendemonstrasikan bahwa pasien yang ruangannya ada pemandangan alam sembuh atau membaik lebih cepat dan membutuhkan obat penahan rasa sakit lebih sedikit daripada mereka yang ruangannya hanya tembok biasa. Penelitian lebih lanjut mengemukakan ada faktor tambahan pada lingkungan seperti pencahayaan, suara atau kebisingan, konfigurasi ruangan, dan desain visual menunjukkan bagaimana hal-hal tersebut dapat mempengaruhi secara mengganggu kepada pasien dan merekapun mengusulkan solusi untuk menepiskan pengaruh-pengaruh itu.
Desain Interior Rumah Sakit
Pada tahun 2000, Ulrich mempublikasikan sebuah makalah yang memutuskan desain lingkungan berdasarkan bukti yang ada terhadap fasilitas kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan hasil medis. Ulrich menyatakan “Kunci utama untuk memotivasi kesadaran akan desain fasilitas telah mendapatkan bukti secara ilmiah bahwa karakteristik lingkungan mempengaruhi hasil kesehatan pasien. Banyak studi yang telah menunjukkan bahwa lingkungan yang didesain dengan bisa mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi rasa sakit. Sebaliknya, para peneliti telah mengaitkan desain yang buruk atau lingkungan yang tidak mendukung ke efek negatif seperti meningkatkan terjadinya mengigau, meningkatkan depresi, membutuhkan obat penahan rasa sakit yang lebih banyak, dan dalam situasi tertentu, membutuhkan waktu lebih banyak untuk rawat inap bagi pasien.”
Ulasannya mengenai penelitian termasuk studi tentang suara atau kebisingan, musik atau lagu, pemandangan dari jendela, penerangan pada siang hari, kasur single atau berjajar, materi yang digunakan untuk lantai, dan pengaturan furnitur.
Sejak saat itu, praktik dari penelitian desain yang berdasarkan bukti telah bereksplorasi dan dengan itu dapat mendukung untuk penelitian lebih jauh. Sebuah analisis dan ulasan terbaru dari bukti secara ilmiah yang terstruktur dari penyembuhan membangun lingkungan dan akibatnya pada kondisi kesehatan pasien, mengidentifikasi bahwa cahaya, suara, temperatur, kualitas udara, desain dan display visual, faktor keamanan, fleksibilitas ruangan, mengontrol dan menghubungkan bahwa alam dan faktor lingkungan lainnya dapat mempengaruhi kondisi pasien.
Faktor ini telah dihubungkan ke kondisi fisik, seperti indikator kesehatan, mengontrol rasa sakit dan penyebaran infeksi, dan kematian; juga kondisi psikologis seperti stress, depresi dan disorientasi; serta pengalaman pasien selama dirawat di rumah sakit, seperti kepuasan dengan pelayanan, kualitas tidur, dan lama waktu rawat inap.




